KEPERCAYAAN RAKYAT MASYARAKAT ENIM; MEMAKNAI TANDA SEBAGAI REPRESENTASI MAKNA (Enim Society Faith; to Interprate Sign as Representation of Meaning)

Frenky Daromes Ardesya

Sari


Something supernatural or mystical still trusted by the people of Indonesia until now. Although modernization has grown in all orders of life, it does not make them live in the modern world in the real sense. Confidence about things mystical survive and thrive in the community, including community of Enim. This paper aims to represent the meaning contained in Enim public trust. The method used in this research is descriptive qualitative method by referring to the theory pointed by Peirce. The results showed that public confidence Enim divided into three major groups, namely taboo for men, a taboo for women, and the sign that comes from nature.

Abstrak
Sesuatu yang bersifat gaib atau mistis masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia hingga kini. Walaupun modernisasi telah berkembang di semua tatanan hidup masyarakat, hal itu tidak menjadikan mereka hidup dalam dunia modern dalam arti yang sesungguhnya. Kepercayaan tentang hal-hal yang bersifat mistis tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat, termasuk masyarakat Enim. Tulisan ini bertujuan untuk merepresentasikan makna yang terdapat pada kepercayaan masyarakat Enim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan merujuk pada teori yang di kemukakan oleh Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Enim dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu pantangan bagi kaum laki-laki, pantangan bagi kaum perempuan, dan tanda yang berasal dari alam.


Kata Kunci


Keywords: Society Faith, Enim Society, Sign Representation

Teks Lengkap:

PDF (English)

Article Metrics

Sari view : 120 times
PDF (English) - 156 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##