Sumber Inspirasi Pembentuk Kias dalam Pasambahan pada Upacara Perkawinan

Arriyanti Arriyanti

Abstract


Dalam penelitian ini dibahas sumber inspirasi pembentuk kias dalam pasambahan pada upacara perkawinan di Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluhkota. Orang Minangkabau memiliki beragam ide yang bersumber dari kehidupan sehari-hari mereka untuk membentuk kias dalam pasambahan tersebut. Inspirasi pembentuk kias diambil dari aneka flora, fauna, peralatan, dan benda-benda yang digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Kias yang terdapat dalam pasambahan tersebut diklasifikasikan dan dianalisis sumber inspirasi pembentuk kiasnya dengan menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap data diperoleh sepuluh sumber inspirasi pembentuk kias dalam pasambahan tersebut, yakni 1) kias dengan tumbuhan, 2) kias dengan binatang, 3) kias dengan makanan dan minuman,  4) kias dengan aktivitas, 5) kias dengan peristiwa alam, 6) kias dengan pakaian dan perhiasan, 7) kias dengan profesi, 8) kias dengan alat-alat dapur, 9) kias dengan peralatan menangkap ikan, dan 10) kias dengan konsep agama.

Keywords


inspirasi; kias; sumber

Full Text:

PDF

References


Badrun, A. (1989). Teori Puisi . Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Frisya. (2010). "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah". https://tfrisya.wordpress.com/2010/01/06/adat-basandi-syarak-syarak-basandi-kitabullah/

Moleong. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Navis, A. A. (2015). Alam Terkembang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Padang: Grafika Jaya Sumbar.

Nazir, M. (2005). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Oktavianus. (2012). Bertutur Berkias dalam Bahasa Minangkabau. Padang: Fakultas Ilmu Budaya, Unand.

Ratna, N. K. (2009). Stilistika: Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Redaksi. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (4th ed.). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Waluyo, H. J. (1991). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.

Yendra. (2016). "Wujud Kias dalam Tambo Minangkabau". Gamatika: Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(1), 133–145. http://doi.org/http://doi.org/http://dx.doi.org/10.22202/JG.2016.V2i2.736

Yusriwa. (2005). Kieh Pasambahan Manjapuik Marapulai di Minangkabau (Kajian Estetika dan Semiotika). Padang: Pusat Pengkajian Islam Minangkabau (PPIM).




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v8i1.459

Article metrics

Abstract views : 227 | views : 131

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Arriyanti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.