Relevansi Budaya Melayu dalam Cerita Senandung Dayang Derma

Sri Sabakti

Abstract


 Naskah drama “Senandung Dayang Derma” (SDD) karya Rina Nazaruddin adalah sebuah cerita yang kental dengan budaya Melayu. Analisis terhadap cerita SDD akan dilakukan dengan menggunakan teori sosiologi sastra. Teori sosiologi sastra digunakan untuk menganalisis unsur-unsur budaya dalam cerita tersebut kemudian dikaitkan dengan fakta sosial, yaitu kebiasaan-kebiasaan, norma-norma, dan adat-istiadat yang berlaku pada masyarakat Melayu Riau. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis. Metode deskriptif-analitis digunakan untuk menguraikan, memahami, dan menjelaskan unsur-unsur budaya dalam karya sastra kemudian disusul dengan analisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur-unsur budaya, yaitu bahasa dan sistem sosial dalam cerita SDD mempunyai relevansi dengan budaya masyarakat Melayu Riau.


Keywords


sosiologi sastra; “Senandung Dayang Derma”; budaya Melayu

Full Text:

PDF

References


Damono, D. S. (2003). Sosiologi Sastra. Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

Effendy, T. (2003). Tunjuk Ajar dalam Pantun Melayu. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Effendy, T. (2004). Buku Saku Budaya Melayu yang Mengandung Nilai Ethos Kerja. Pekanbaru: Unri Press.

Hamidy, U. (2002). Riau Doeloe-Kini Dan Bayangan Masa Depan. Pekanbaru: Pusat Pengkajian Melayu, Universitas Islam Riau.

Kadir, M. D. (1986). "Pola Penghormatan dan Saling Memberi pada Orang Melayu di Riau". Dalam Masyarakat Melayu Riau dan Kebudayaannya. Pekanbaru: Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Riau.

Nazaruddin, R. (2007). Senandung Dayang Derma. Pekanbaru.

Rab, T. (1986). "Kepribadian Orang Melayu". Dalam Masyarakat Melayu Riau dan Kebudayaannya. Pekanbaru: Pemerintah Daerah Tk. I Riau.

Ratna, N. K. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratna, N. K. (2011). Antropologi Sastra. Peranan dan Unsur-Unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sabakti, S. (2014). "Resistensi Perempuan dalam Drama 'Senandung Dayang Derma' karya Nazaruddin”. Madah, 5.

Sabakti, S. dkk. (2012). Kebudayaan dan Orientasi Nilai Budaya dalam Naskah Drama “Pralaya” dan “Senandung Dayang Derma.” Pekanbaru.

Tuhusetya, S. (2010). "Lokalitas dalam Sastra Indonesia". Majalah Horison.




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v8i1.463

Article metrics

Abstract views : 267 | views : 147

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Sri Sabakti

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.