Variasi Leksikal Tiga Isolek dalam Keluarga Bahasa Melayu Riau

Elvina Syahrir

Abstract


Topik penelitian ini adalah variasi leksikal dalam keluarga bahasa Melayu Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penghitungan atau penentuan persentase variasi kebahasaan yang terdapat dalam bahasa Melayu Riau di tiga isolek (Tualang, Kesumbo Ampai, dan Pelalawan) dan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Melayu Riau di tiga isolek itu. Ketiga isolek itu berada pada kabupaten yang bertetangga yaitu Kabupaten Siak, Bengkalis, dan Pelalawan. Penelitian ini menggunakan metode dialektometri dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif melihat persentase variasi kebahasaan, sedangkan pendekatan kualitatif mendeskripsikan variasi leksikonnya. Dari penghitungan dialektometri  jarak kosakata tiga isolek dalam keluarga bahasa Melayu Riau menunjukkan bahwa (1) antarisolek Tualang dan isolek Pelalawan dianggap tidak ada perbedaan, (2) antarisolek Kesumbo Ampai dan isolek Pelalawan dianggap memiliki perbedaan wicara, dan (3) antarisolek Tualang dan isolek Kesumbo Ampai dianggap memiliki perbedaan wicara. Sementara itu, variasi leksikon dalam keluarga bahasa Melayu Riau dalam tiga isolek tersebut dari 200 glos terdapat 64 glos yang bervariasi.


Keywords


variasi leksikal; kosakata; dialektometri; isolek; glos

Full Text:

PDF

References


Abidin, Z. dkk. (2015). “Variasi Leksikal Isolek-Isolek Suku Asli di Provinsi Riau". Laporan Penelitian. Pekanbaru.

Ayatrohaedi. (2002). Pedoman Praktis: Penelitian Dialektologi. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Bahasa, B. P. dan P. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Herawati. (2013). ”Inovasi Fonologis dan Variasi Leksikal dalam Bahasa Bugis Dialek Sinjai”. Parole, 3(2), 29—42. http://doi.org/https://doi.org/10.14710/parole.v3i2%20Okt.5505

https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pelalawan. (n.d.). Kabupaten Pelalawan.

Mahsun. (1995). Dialektologi Diakronis: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mukminatun, S. (2010). Variasi Leksikal dalam Sinkretisme Budaya Kliwonan di Lingkungan Kerabat HB VII di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Penelitian Humaniora, 15(1), 75—88.

Pemda Kecamatan Tualang. (2013). Profil Kecamatan Tualang, Kab. Siak.

Riswara, Y. dkk. (2013). “Variasi Dialektal Isolek-Isolek Talang Mamak". Laporan Penelitian. Pekanbaru.

Riswara, Y. dkk. (2015). “Variasi Fonologis Silabe Awal Empat Isolek dalam Keluarga Bahasa Melayu di Riau". Laporan Penelitian. Pekanbaru.

SIL International, I. B. (2001). Languages of Indonesia (Second Edi). Jakarta: SIL.




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v8i2.635

Article Metrics

Abstract view : 145 times
PDF - 46 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.