PERJUANGAN PEREMPUAN PAPUA DALAM NOVEL NAMAKU TEWERAUT DAN TANAH TABU

Sarip Hidayat

Abstract


Novel Tanah Tabu dan Namaku Teweraut bercerita tentang kondisi perempuan Papua yang tengah berada dalam belenggu tradisi. Dalam kedua novel terdapat upaya perjuangan tokoh-tokohnya untuk berusaha keluar dari tradisi yang tidak memihak kepada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan persamaan dan perbedaan kedua novel tersebut dari segi struktur dan cara perjuangan para tokoh digambarkan serta memberikan alasan mengapa mereka melakukan perjuangan tersebut. Teori yang digunakan adalah teori sastra bandingan dan kajian gender. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitis. Berdasarkan analisis dan perbandingan data dapat disimpulkan bahwa  kedua novel yang diteliti  memiliki persamaan latar, penokohan, alur, dan tema. Perbedaan di antara keduanya tampak dalam unsur sudut pandang. Berdasarkan temanya dapat disimpulkan lebih jauh bahwa  perjuangan perempuan Papua dalam dua novel memiliki pandangan yang sama, yaitu pendidikan menjadi jalan keluar bagi perempuan Papua untuk memperoleh derajat yang setara dengan laki-laki.

Keywords


perjuangan; perempuan Papua; Namaku Teweraut; Tanah Tabu; kajian gender

Full Text:

PDF

References


Asri, Y. (2014). Women’s Struggle toward Gender Unfair : A Case Study in Indonesian Novel. Linguistics and Literature Studies, 2(7), 190--197. https://doi.org/10.13189/lls.2014.020703

Budianta, M. (1998, April). “Sastra & Ideologi Gender.” Horison Edisi XXXII.

Budianta, M. (2002). “Pendekatan Feminisme terhadap Wacana.” In Analisis Wacana. Yogyakarta: Penerbit Kanal.

Geleuk, M. B., Mulawarman, W. G., & Hanum, I. S. (2017). “Perjuangan Tokoh Perempuan dalam Novel Tanah Tabu Karya Anindita S. Thayf: Kajian Feminisme Eksistensialis.” Jurnal Ilmu Budaya, 1(3), 221--232.

Haryadi, L. A. (2018). Pelanggaran Hak Asasi manusia pada Masyarakat Papua: Kajian Sosiologi Sastra terhadap Novel Tanah Tabu Karya Anindita. Universitas Gajah Mada.

Malawat, I. (2007). “Citra perempuan Papua dalam roman Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih :: Kajian kritik sastra feminis.” Universitas Gadjah Mada.

Morris, P. (1993). Literature and Feminism: An Introduction. Massachusetts: Blackwell Publishers Inc.

Santoso, B. D. (2010). Representasi Perempuan Pinggiran dalam Novel Tanah Tabu karya Anindita S. Thayf: Kajian Semiotik. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sekarningsih, A. (2000). Namaku Teweraut. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Thayf, A. S. (2009). Tanah Tabu. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Yulianeta. (2014). “Hegemoni Ideologi Gender Dalam Novel Era Reformasi : Telaah atas Novel Saman, Tarian Bumi, dan Tanah Tabu.” Metasastra, 7(2), 253--268. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26610/metasastra.2014.v7i2.253-268

Yulianeta, Y., Soeratno, S. C., & Kusharyanto, J. (2016). “Representation of Gender Ideology in Indonesia Novels: A Study of The Reformation Era Novel.” Lingua Cultura, 10(1), 31. https://doi.org/10.21512/lc.v10i1.845




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v8i2.647

Article Metrics

Abstract view : 171 times
PDF - 62 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

 

MADAH INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.