Penggunaan Kata Seru sebagai Foregrounding dalam Novel Durga Umayi Karya Y.B. Mangunwijaya

Alfian Rokhmansyah, Purwanti Purwanti, Pandu Pratama Putra

Abstract


Dalam sebuah karya sastra, khususnya prosa, pengarang biasanya menggunakan foregrounding sebagai sarana pengedepanan hal yang ingin disampaikan dan juga digunakan sebagai ciri khas yang dapat menarik perhatian pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penggunaan kata seru sebagai foregrounding dalam novel Durga Umayi karya Y.B. Mangunwijaya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan konsep foregrounding yang terdapat dalam kajian. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat dan memanfaatkan kartu data sebagai instrumen penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Durga Umayi karya Y.B. Mangunwijaya, kata seru yang dimunculkan berupa kata seru utuh maupun kata seru dengan pengulangan, sebanyak 44 kata seru. Adapun kata seru yang dominan adalah kata ya sebanyak 150 buah, kata nah sebanyak 45 buah, kata ah sebanyak 45 buah, dan kata kok sebanyak 36 buah. Selain itu juga terdapat beberapa kata seru lain, tetapi tidak dominan. Penggunaan kata seru yang berulang-ulang tersebut menunjukkan bahwa Durga Umayi bukan novel serius yang mendikte pembaca. Selain itu, akan menunjukkan adanya komunikasi langsung antara pengarang dan pembaca.

Keywords


kata seru; foregrounding; stilistika; Durga Umayi

Full Text:

PDF

References


Alwi, H., Dardjowidjojo, S., Lapoliwa, H., & Moeliono, A. M. (2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Keti). Jakarta: Balai Pustaka.

Hakemulder, J. F. (2004). Foregrounding and Its Effect on Readers’ Perception. Discourse Processes, 38(2), 193—218. http://doi.org/10.1207/s15326950dp3802_3

Hughes, J. M., Foti, N. J., Krakauer, D. C., & Rockmore, D. N. (2012). Quantitative patterns of stylistic influence in the evolution of literature. Proceedings of the National Academy of Sciences, 109(20), 7682—7686. http://doi.org/10.1073/pnas.1115407109

Leech, G., & Short, M. (2007). Style in Fiction (Second Edi). London: Pearson Longman.

Mangunwijaya, Y. B. (1991). Durga Umayi. Jakarta: Grafiti.

Miall, D. S., & Kuiken, D. (1994a). Foregrounding, defamiliarization, and affect: Response to literary stories. Poetics, 22(5), 389—407. http://doi.org/10.1016/0304-422X(94)00011-5

Miall, D. S., & Kuiken, D. (1994b). Foregrounding , and affect : Response to literary stories ’. Poetics, 22, 389—407. http://doi.org/10.1016/0304-422X(94)00011-5

Nurgiyantoro, B. (2014). Stilistika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wahyuni, D. (2016). Kreativitas Berbahasa dalam Sastra Anak Indonesia.

Madah, 7(2), 127—146. Retrieved from http://ejurnalbalaibahasa.id/index.php/madah/article/view/wahyuni

Wellek, R., & Warren, A. (1995). Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v9i1.679

Article Metrics

Abstract view : 118 times
PDF - 53 times

Refbacks





Copyright (c) 2018 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.