Kesantunan Berbahasa Siswa dalam Berdiskusi

Fitria Cahyaningrum, Andayani Andayani, Budhi Setiawan

Abstract


Kegiatan diskusi dapat menjadi upaya dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui pengungkapan gagasan, ide, dan pendapat tentang suatu masalah. Namun, kadang masih muncul penggunaan bahasa yang kurang santun saat siswa menyampaikan pendapatnya. Diperlukan cara berdiskusi yang santun dengan diksi yang tepat saat berinteraksi dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa siswa dalam diskusi kelas dan ciri penanda lingualnya. Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiopragmatik. Data berupa tuturan siswa dalam diskusi kelas. Teknik pengumpulan data melalui teknik perekaman dengan metode simak bebas libat cakap (SBLC). Teknik analisis data menggunakan model interaktif berupa pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pematuhan maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim kesederhanaan, maksim penghargaan, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Adapun ciri penanda kesantunan linguistik berupa kata “silakan”, “tolong”, “maaf”, “terima kasih”, dan “mari”.


Keywords


kesantunan berbahasa siswa; penanda kesantunan linguistik; diskusi

Full Text:

PDF

References


Anggraini, B. (2005). Faktor-faktor Penanda Kesantunan Tuturan Imperatif dalam Bahasa Jawa Dialek Surabaya: Analisis Pragmatik. Jurnal Humaniora, 17(1), 67—77.

Creswell, J. (2012). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications, 448. http://doi.org/10.1016/j.aenj.2008.02.005

Gojkov, G. (2010). Facilitating Effective Student Learning through Teacher Research and Innovation. (M. V. dan V. J. Zuljan, Ed.). Ljubljana: Faculty of Education.

Halid, E., Mahaputera, U., & Yamin, M. (2017). Kesantunan Berbahasa Dalam Kegiatan Diskusi Mahasiswa Angkatan 2016 Program Studi Diii, (1), 1—8.

Hamalik, O. (2001). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Kridalaksana, H. (1993). Kamus Linguistik (Edisi keti). Jakarta: Gramedia.

Leech, G. (1983). Principles of Pragmatics. London: Longman.

Mahsun. (2012). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Miles, M., & Huberman, A. (1994). Miles and Huberman Chapter 2. In Qualitative Data Analysis (pp. 50—72).

Parera, J. D. (1988). Belajar Mengemukakan Pendapat. Jakarta: Erlangga.

Rahardi, R. K. (1999). Imperatif dalam bahasa Indonesia: Penanda-penanda kesantunan linguistiknya. Humaniora, Mei-Agustu(11), 16—23.

Searle, J. R. J. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. East. http://doi.org/http://dx.doi.org/10.1017/CBO9781139173438

Sumarlam. (2017). Pemahaman dan kajian Pragmatik. Surakarta: Bukukatta.

Taylor, S. J., & Bogdan, R. (1998). Introduction: Go to the people. In Introduction to qualitative research methods: A guidebook and resource (3rd ed.) (Vol. x, p. 337). http://doi.org/10.14796/JWMM.Rl75




DOI: http://dx.doi.org/10.26499/madah.v9i1.682

Article Metrics

Abstract view : 38 times
PDF - 20 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

 

MADAH INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.