Kemampuan Verbal Penderita Auditory Agnosia

Anita Anggraini, Gusdi Sastra, Al Hafiz

Abstract


Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menjelaskan kemampuan mendengar Tifa berdasar hasil pemeriksaan oleh PT Kasoem Hearing, menggunakan Brainsteam Evoked Response Audiometry (BERA) dan Otoacoustic Emission (OAE). Menjelaskan  kemampuan verbal Tifa menggunakan teori  kesalahan fonologi oleh Blumstein digunakan untuk menjelaskan bentuk-bentuk perubahan fonologis yang diujarkan oleh Tifa,  teori pengelompokan kelas kata pada tataran morfologi oleh Alwi, dkk,  serta untuk mengetahui  kemampuan sintaksis Tifa  menggunakan teori  yang dikemukakan Kridalaksana. Penelitian ini merupakan studi kasus pada salah satu pasien auditory agnosia Poliklinik  THT RSUP M. Djamil Padang. Metode dan teknik yang digunakan terdiri atas: metode simak untuk tahap pengumpulan data dengan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik lanjutan simak libat cakap (SLC), simak bebas libat cakap (SBLC), catat, dan rekam. Metode  padan artikulatoris  untuk tahap analisis data, dan metode penyajian formal dan informal untuk tahap penyajian hasil analisis data. Sumber data dalam penelitian ini berbentuk lisan yang diambil dari ujaran penderita auditory agnosia, yaitu Tifa. Penelitian ini menemukan  bahwa derajat kemampuan mendengar Tifa berada pada kategori sedang berat dengan ambang pendengaran 60-70dB. Kesalahan fonologis terdiri atas penggantian, penghilangan, penambahan, dan ketidakteraturan bunyi. Tataran kelas kata yang paling dipahami anak adalah hal-hal yang paling dekat dengannya  dan berada dekat di lingkungan sekitarnya.  Kemampuan anak pada tataran kalimat, Tifa bisa melafalkan struktur kalimat lengkap, tetapi cenderung terbolak-balik antara unsur objek yang selalu mendahului predikat.


Keywords


auditory agnosia; kemampuan mendengar; kemampuan verbal

Full Text:

PDF

References


Arifuddin. (2010). Neuropsikolinguistik. Jakarta: Rajawali Pers.

Ginting, F. (2012). Meningkatkan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan 1-10 Melalui Permainan Bowling Plastik Bagi Anak Tuna Rungu Ringan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 1(2), 101—111. Retrieved from http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu

Helti, M. (1997). Kemampuan Bahasa Verbal di Panti Penderita Cacat Mental di Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu Kuranji Padang: Studi Kasus. Padang: Universitas Andalas.

Hernawati, T. (2007). Pengembangan Kemampuan Berbahasa dan Berbicara Anak Tuna Rungu. JASSI_anakku, 7(1), 101—110. Retrieved from http://103.23.244.11/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196302081987032-TATI_HERNAWATI/jurnal.pdf

Irmawati, D., & Prasetyo, A. (2010). Hubungan Gangguan Pendengaran dengan Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus pada Siswa Kelas V SD di Kota Semarang). Universitas Diponegoro. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/23312/1/Dwi_Irma.pdf

Khair, U. (2002). Gambaran Kemampuan Berbahasa Lisan Anak Tuna Rungu. Padang: Universitas Andalas.

Kridalaksana, H. (2002). Struktur, Kategori, dan Fungsi dalam Teori Sintaksis. Jakarta: Atma Jaya.

Marisa, R. (2004). Kemampuan Berbahasa Lisan Cerebral Palsy Jenis Spasticity di SDLBN No.31 Kelurahan Pondok Duo Kecamatan Pariaman Tengah. Padang: Universitas Andalas.

Muchlich, M. (2009). Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Rachmiati. (1995). Komunikasi Pada Anak Tuna Rungu Suatu Studi Kasus pada SLB Limau Manis Padang. Padang: Universitas Andalas.

Ramlan, M. (2009). Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Karyono.

Sastra, G. (2005). Ekspresi Verbal Penderita Strok dari Sudut Analisis Neurolinguistik. Malaysia: Universiti Putra Malaysia.

Sastra, G. (2011). Neurolinguistik Suatu Pengantar. Bandung: Alfabeta.

Sastrawinata, E. (1977). Pendidikan Anak-anak Tunarungu. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Soepardi, E. A., Iskandar, N., Bashiruddin, J., & Restuti, R. D. (2012). Buku Ajar Ilmu Kesehatan: Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher (Edisi Ketujuh). Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Solikhatun, Y. U. (2013). Penyesuaian Sosial pada Tuna rungu di SLB Negeri Semarang. Educational Psychology Journal, 1(2), 65—72.

Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Tarigan, H. G. (1984). Psikolinguistik. Bandung: Angkasa.

Yusuf, S. (1998). Fonetik dan Fonologi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v9i2.764

Article Metrics

Abstract view : 33 times
PDF - 14 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.