KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA: CERITA RAKYAT SALIWU PAHLAWAN SUKU PADOE

Mustafa Mustafa

Abstract


Penelitian ini bertujuan  mengkaji sebuah karya sastra lisan Luwu tentang karakter tokoh cerita menurut model analisis Levi-Strauss. “Saliwu, Pahlawan Suku Padoe” adalah salah satu karya sastra masyarakat Luwu yang sarat dengan nilai dan konsep-konsep kehidupan, disampaikan secara lisan, serta turun temurun dari generasi ke generasi kepada penuturnya. Kisah ini bercerita tentang perjuangan seorang raja yang besar dengan harga diri yang tinggi dalam melawan penindasan suku-suku lain yang berkehendak menguasai sekaligus menjajah daerahnya. Di samping itu, cerita tersebut dapat menjadi bahan nasihat dan pembelajaran bagi anak cucu untuk bekal pada hari mendatang agar tidak salah langkah/tersesat. Cerita ini pun bermaksud memperkenalkan seorang tokoh yang digambarkan sebagai seorang pahlawan besar dan sangat disegani. Ia rela ditawan dan mati dalam pengasingan daripada mengkhianati rakyatnya yang menjunjung tinggi adat. Teori yang digunakan adalah teori Levi-Strauss dengan metode analisis deskriptif. Hasil yang ditemukan menunjukkan adanya hubungan yang terstruktur antarelemen dalam cerita dan kondisi sosial di masyarakat.

Keywords


harga diri; struktur cerita; relasi sosial

Full Text:

PDF

References


Ahimsa-Putra, Heddy Shri. 2001. Strukturalisme Levi-strauss Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Galang Printika.

Damono, Sapardi Djoko, dkk. 1994. Sashra Daerah di Sumatera: Analisis Tema, Amanat, dan Nilai Budaya. Jakarta: Balai Pustaka.

Enre, Ambo Fachruddin, dkk. 1981. Sastra Lisan Bugis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Garing, Jusmiati. 2007. Nilai Filosofis Ungkapan Perkawinan Adat Luwu. (Dalam Bunga Rampai: Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra. Hal.48 no. 17. Desember 2008) Makassar: Balai Bahasa Ujung Pandang.

Hasinah Fajrin. 2016. Motif dalam Sastra Taeq. (Dalam Bunga Rampai: Hasil Penelitian Bahsa dan Sastra. Hal. 137. No. 32, Juni 2012). Makassar: Balai Bahasa Sulawesi Selatan.

Hutomo, Saripan Sadi. 1991. Mutiara Yang Terlupakan: Pengantar Studi Lisan. Jatim: Hiski.

Nunding Ram. 2012. Nilai-nilai Luhur Episode Sawerigading dan We Cudai: Sebuah Refleksi Untuk Peneguhan Karkter Bangsa. (Dalam Prosiding Kongres Internasional II Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Selatan 23 -28 Oktober 2012. Hal. 220). Makassar: Balai Bahasa Prov. Sulawesi Selatan dan Prov. Sulawesi Barat.

Pradopo, Rachmat Djoko. 2007. Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratna, Nyoman Kutha. 2006. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra: Dari Strukturalisme Hingga Postrukturalisme Perspekektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sabriah. 2003. Analisis Tema, Amanat, dan Nilai Budaya Dalam Cerita Rakyat Luwu. (Dalam Bunga Rampai: Hasil Penelitian Bahsa dan Sastra,. Hal. 151. No. 04, April 2003). Makassar: Balai Bahasa, Pusat Bahasa.

Taum, Yoseph Yapi. 2011. Studi sastra lisan: Sejarah, Tepri, Metode, dan Pendekatan Disertai Contoh Penerapannya. Yokyakarta: Lamalera.




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v9i2.778

Article Metrics

Abstract view : 32 times
PDF - 12 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.