Representasi Falsafah Jawa dalam Cerita Rakyat “Terjadinya Terowongan Air Mangge”

Edy Suprayitno, Syamsudin Rois, Bambang Harmanto, Nurul Iman

Abstract


Penelitian ini mengkaji tentang representasi falsafah Jawa dalam cerita rakyat “Terjadinya Terowongan Air Mangge” di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi falsafah Jawa dalam cerita rakyat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata-kata dan kalimat, baik berupa narasi cerita maupun percakapan tokoh dalam cerita. Objek penelitian ini adalah cerita rakyat “Terjadinya Terowongan Air Mangge” di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Sumber data adalah cerita rakyat “Terjadinya Terowongan Air Mangge” yang telah dibukukan dalam Kumpulan Cerita Rakyat Kabupaten Ponorogo oleh Kasnadi dan Hurustyanti (2016). Teknik yang digunakan yakni baca, simak, dan catat. Instrumen penelitian ini adalah tim peneliti. Hasil penelitian menunjukkan tiga representasi falsafah hidup Jawa, yaitu (a) tentang ketuhanan; (b) tentang sosial bermasyarakat dan kemanusiaan; dan (c) tentang alam sekitar.


Keywords


falsafah Jawa; Cerita Rakyat; Ponorogo

Full Text:

PDF

References


Amin, I., & Syahrul, R. (2013). Cerita Rakyat Penamaan Desa di Kerinci: Kategori dan Fungsi Sosial Teks. Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 1(1), 31—41. Retrieved from http://ejournal.unp.ac.id/index.php/bsp/article/viewFile/4976/3928

Anshari. (2011). Representasi Nilai Kemanusiaan dalam Sinrilik Sastra Lisan Makasar. Makasar: P3i Press.

Arifin, A. (2018). How Non-Native Writers Realize Their Interpersonal Meaning? Lingua Cultura, 12(2), 155—161. https://doi.org/10.21512/lc.v12i2.3729

Atmazaki. (2007). Ilmu Sastra: Teori dan Terapan. Padang: UNP Press.

Bartlet, F. (1965). Some Experiment on the Introduction of the Folklore. In A. Dundes (Ed.), The Study of Folklore. New Jersey: Prentice Hall.

Danandjaya, J. (1986). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Grafiti Press.

Danandjaya, J. (1998). Pendekatan Folklor dalam Penelitian Bahan-bahan Tradisi Lisan Dalam Prudentia MPSS (Editor). Metodologi Kajian Tradisi Lisan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan.

Djamaris, E. (1990). Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik (Sastra Indonesia Lama). Jakarta: Balai Pustaka.

Endraswara, S. (2005). Tradisi Lisan Jawa: Warisan Abadi Budaya Leluhur. Yogyakarta: Narasi.

Endraswara, S. (2010). Falsafah Hidup Jawa. Jogjakarta: Cakrawala.

Gusnetti, Syofiani, & Isnanda, R. (2015). Struktur dan Nilai-Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 183—192. https://doi.org/10.22202/JG.2016.v2i1.1408

Kasnadi. (2017). Nilai Religi: Sebuah Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Ponorogo. IBDA: Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 15(1), 149—164.

Kasnadi, & Hurustyanti, H. (2016a). Kumpulan Cerita Rakyat Ponorogo. Lamongan: Pustaka Ilalang.

Kasnadi, & Hurustyanti, H. (2016b). Terjadinya Terowongan Air Mangge. In Kumpulan Cerita Rakyat Ponorogo (p. 58—73). Lamongan: Pustaka Ilalang.

Kasnadi, K., & Sutejo, S. (2018). Islamic Religious Values within Javanese Traditional Idioms As The Javanese Life Guidance. El Harakah, 20(1), 33—49.

Kurnianto, E. A. (2015). Refleksi Falsafah Ajaran Hidup Masyarakat Jawa dalam Prosa Lirik Pengakuan Pariyem Karya Linus Suryadi. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 6(1), 31—42. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31503/madah.v6i1.354

Martindale, D. (1978). The Teory of Social Control, in Social Control for 1980’s A Handbook for Order in a Democratic Society. London: Greenwood Press.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya Offset.

Pasha, L. (2011). Butir-Butir Kearifan Jawa. Yogyakarta: IN Azna Books.

Santoso, I. B. (2012). Nasihat Hidup Orang Jawa. Yogyakarta: Diva Press.

Soehardi. (2002). Nilai_Nilai Tradisi Lisan Dalam Budaya Jawa. Humaniora. https://doi.org/10.22146/jh.v14i3.763. Retrieved from https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora/article/view/763. Halaman 1—13.

Sudikan, S. Y. (2001). Metodologi Penelitian Sastra Lisan. Surabaya: Citra Wacana.

Sudikan, S. Y. (2008). Antropologi Sastra. Surabaya: Unesa University Press.

Sumiyardana, K. (2018). Kesesuaian Masyarakat Jawa dalam Novel Mantra Pejinak Ular dengan Realita: Analisis Sosiologi Sastra. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 8(2), 211—222. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31503/madah.v8i2.499

Suprayitno, E. (2018). Representasi Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Golan Mirah di Desa Nambang Rejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo. JPK Jurnal Pancasila Dan KewarganegaraaN, 3(1), 30—41. Retrieved from http://journal.umpo.ac.id/index.php/JPK/index




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v9i2.813

Article Metrics

Abstract view : 55 times
PDF - 20 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.