Pygmalion Karya Bernard Shaw dalam Edisi 1957 dan 2000

Muhammad Yuseano Kardiansyah

Abstract


This research contains a comparative study on two printed drama scripts of Bernard Shaw’s “Pygmalion”. Here, the discussion covers a study toward two scripts published in 1957 and 2000, in the perspective of philology that demonstrates both textology and codicology. The objective of this research is to reveal the variation of Pygmalion printed scripts published in those two different years, 1957 and 2000. Eventually, through the analysis conducted to those two scripts, it is found that there are similarity and distinction, in which the distinction is in a form of variations between them, that also leads to the background of why such a variation could possibly be emerged.

 

Dalam tulisan ini dibahas sebuah studi bandingan terhadap dua buku cetakan naskah drama berjudul Pygmalion karya Bernard Shaw. Di sini, pembahasan mencakup kajian yang dilakukan terhadap dua cetakan naskah drama yang dipublikasikan tahun 1957 dan 2000. Pembahasan yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan kajian filologi yang bersangkutan dengan tekstologi, tetapi juga mencakup kodikologi. Tujuan kajian filologi ini adalah untuk mengetahui variasi dari buku Pygmalion antara cetakan yang dipublikasikan pada 1957 dan cetakan yang dipublikasikan pada 2000 tersebut. Melalui analisis yang dilakukan terhadap dua buku tersebut, ditemukan persamaan dan juga perbedaan. Perbedaan yang ditemukan membentuk variasi antara kedua buku cetakan tersebut yang pada akhirnya juga diketahui latar belakang terciptanya variasi tersebut. 


Keywords


philology; textology; codicology; variation; printed book of drama scipt

Full Text:

PDF

References


Burhanudin, M. (2016). Konservasi Nilai-Nilai Luhur Sastra Pegon: Kajian Filologis atas Syiir-Syiir di Pesisir Utara Jawa Tengah. In A. Setijowati, S. Suprajitno, T. D. Soelistyarini, D. Meyrasyawati, B. Kurniawan, & D. Jatmiko (Eds.), Seminar Nasional Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Komisariat Surabaya Sastra, Budaya, dan Perubahan Sosial (p. 59—69). Surabaya: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Kristen Petra. Retrieved from https://core.ac.uk/download/pdf/80816872.pdf#page=68

Hasjim, N. (1985). Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Istanti, K. Z. (2008). Resepsi Hikayat Amir Hamzah dalam Hikayat Umar Umayah. Humaniora, 20(2), 236–243.

Istanti, K. Z. (2010). Transformasi dan Integrasi dalam Kesusastraan Nusantara: Perbandingan Teks Amir Hamzah Melayu dan Jawa. Humaniora, 22(3), 241–249.

Istanti, K. Z. (2013). Metode Penelitian Filologi dan Penerapannya. Yogyakarta: Elmatera.

Jauss, H. R. (1982). Toward an Aesthetic of Reception. Minneapolis: University of Minnesota Press.

Ma’rifat, D. F. (2014). Syair Jawi: Manuskrip Ambon. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 5(1), 115—128. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31503/madah.v5i1.529

Moleong, L. J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pinem, M. (2012). Ajaran Martabat Tujuh dalam Naskah Asrar Al-Khafi Karya Syaikh ‘Abd Al-Mutalib. Jurnal Lektur Keagamaan, 10(1), 121—146. Retrieved from https://jurnallekturkeagamaan.kemenag.go.id/index.php/lektur/article/view/174

Pudjiastuti, T. (2006). Naskah dan Studi Naskah. Bogor: Akademia.

Shaw, B. (1957). Pygmalion. London-New York-Toronto: Longmans Green and Co.

Shaw, B. (2000). Pygmalion. London and New York: Penguin Group.

Soekatno, R. A. G. (2009). Kidung Tantri Kediri. Kajian Filologis Sebuah Naskah Jawa Pertengahan. Leiden University. Retrieved from https://openaccess.leidenuniv.nl/bitstream/handle/1887/14518/Kidung Tantri Kediri 27-11-2009 FINAL.pdf?sequence=1

Soeratno, S. C. (2003). Filologi Sebagai Pengungkapan Orisinalitas dan Transformasi Produk Budaya. Yogyakarta: Pidato Pembukaan Kuliah Program Pasca Sarjana UGM.

Sudibyo. (2007). Kembali ke Filologi: Filologi Indonesia dan Tradisi Orientalisme. Humaniora, 19(2), 107—118. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jh.v19i2.896

Teeuw, A. (2003). Sastera dan Ilmu Sastera. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Widyatwati, K. (2012). Nilai-Nilai Luhur Pujangga Jawa dalam Serat Sana Sunu. Humanika, 16(9), 1—18. https://doi.org/10.14710/humanika.16.9.

Wulandari, R. A., & Handayani, D. (2008). Kajian Filologis dan Kajian Pragmatik Serat Patiwinadi. Penelitian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, 7(2), 108—115. Retrieved from http://journal.unair.ac.id/filerPDF/05 vol 7 no 2 Agust 2008 retno asih _109-116_.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v10i1.882

Article metrics

Abstract views : 31 | views : 20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Muhammad Yuseano Kardiansyah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.