Eksistensi Budaya Dayak dalam Novel Batas Karya Akmal Nasery Basral

Dian Nathalia Inda

Abstract


This research aims to reveal the Dayak culture types which contained in the novel Batas and describe the existence of the culture with the conditions of modern society. This research uses a literary anthropological approach that encompasses tradition, customs, myths, and cultural events in past events. The literature study method is used to collect data. Source of data comes from Batas, while data is analyzed by descriptive analysis method.  The result of the analysis shows that Dayak culture in the novel Batas is a human life tool in the form of mandau and chopsticks; a livelihood in the form of farming and hunting; knowledge system in the form of shifting cultivation systems and preserving forests; social system in the form of custom fines and decapitaing; religious system in the form of spiritual animals, beliefs and Dayak devices; the language and literary system in the form of mantra.; and Dayak ethnic arts in the form of sound art and traditional musical instruments. Dayak culture has been eroded, but there is also a shift in value and meaning because it is no longer relevant to the condition of society today.


Tulisan ini bertujuan mengungkapkan kebudayaan Dayak yang terdapat dalam Batas dan menggambarkan eksistensi kebudayaan tersebut dengan kondisi masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi sastra yang melingkupi tradisi, adat istiadat, mitos, dan peristiwa kebudayaan pada peristiwa-peristiwa masa lampau. Metode studi pustaka digunakan untuk mengumpulkan data. Sumber data berasal dari novel Batas, sedangkan data dianalisis menggunakan metode deskriptif analitik. Analisis menunjukkan kebudayaan Dayak yang ada di novel Batas adalah peralatan kehidupan manusia berupa mandau dan sumpit; mata pencaharian berupa bertani dan berburu; sistem pengetahuan berupa sistem perladangan berpindah dan menjaga kelestarian hutan; sistem kemasyarakatan berupa denda adat dan mengayau; sistem religi berupa hewan spiritual, kepercayaan dan gawai Dayak; sistem bahasa dan sastra berupa mantra; dan kesenian etnik Dayak berupa seni suara dan alat musik tradisional. Kebudayaan Dayak tesebut ada yang telah hilang, tetapi ada juga yang mengalami penggeseran nilai dan makna karena sudah tidak relevan lagi dengan kondisi masyarakat kini.



Keywords


Batas; culture; dayak etnic; literary antropology; existence

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman. (2015, January). Hentikan Perburuan. Suara Pemred, p. 12.

Al-Qadrie, S. (2010). Mesianisme dalam Masyarakat Dayak di Kalimantan Barat: Keterkaitan Antara Unsur Budaya Khususnya Kepercayaan Nebek Moyang dan Realitas Kehidupan Sosial Ekonomi. In Florus (Ed.), Kebudayaan Dayak Aktualisasi dan Transformasi (pp. 12–34). Pontianak: Institut Dayakologi.

Arman, S. (2010). Analisa Budaya Manusia Dayak. In Florus (Ed.), Kebudayaan Dayak Aktualisasi dan Transformasi (pp. 107–117). Pontianak: Institut Dayakologi.

Basral, A. N. (2011). Batas. Jakarta: Qanita.

Dananjaya, J. (2007). Folkflor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng dan lain-lain (VII). Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Dove, M. (2010). Ketahanan Kebudayaan dan Kebudayaan Ketahanan. In Florus (Ed.), Kebudayaan Dayak Aktualisasi dan Transformasi (pp. xx–xxvi). Pontianak: Institut Dayakologi.

Endraswara, S. (2015). Metode Penelitian Antropologi Sastra (kedua). Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Hidayat. (2015, January). Burung Sakral Terancam Punah. Suara Pemred, p. 12.

Ihromi. (2006). Pokok-Pokok Antropologi Sastra. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Inda, D. N. dan M. (2014). Fenomena Sosial Pada Novel Batas Karya Akmal Nasery Basral. Tuah Talino, 9(September), 1–11.

Jafar, M. (2015, November). Tradisi Lokal Sebagai Aset Ekonomi Nasional. Lionmag, 77.

Mahmud, D. (2015). Senjata Tradisi Kalbar. Retrieved April 7, 2016, from www. tradisikita. my.id/2015/01/senjata-tradisional-kalimantan-barat-html.

Marsita. (2016, February). Kegunaan Lain: berburu binatang. Pontianak Post, p. 20.

Muzzafar, R. (2013). Denda Pembakaran Hutan dalam Adat Suku Dayak. Retrieved April 7, 2016, from http://dayakofborneo.blogspot.co.id/2013/06/denda-pembakaran-hutan-dalam-adat-suku.html.

Ratna, N. K. (2010). Sastra dan Cultural Studies Representasi Fiksi dan Fakta (2nd ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratna, N. K. (2011). Antropologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Saryana. (2015). Mandau Senjata Khas Suku Dayak. Retrieved April 2, 2016, from http://bumikalimantan.com/mandau-senjata-khas-suku-Dayak/

Satriawan. (2010). Seni Vokal Kandan. Retrieved April 2, 2016, from www.dayakArtmusic.blogspot.com/2010/02/kandan-orang-siang-memiliki-tradisi.html.

Seli, S. (2013). Tema, amanat, dan Kearifan Lokal dalam Cerita Ne’Baruank Kulup Sastra Lisan Dayak Kanayatn. Semirata BKS-PTN Barat. Pontianak: Universitas Tanjungpura.

Suganda, A. Y. (2010). Tradisi Musikal dalam Kebudayaan Dayak. In Florus (Ed.), Kebudayaan Dayak Aktualisasi dan Transformasi (pp. 118–129). Pontianak: Institut Dayakologi.




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v10i1.883

Article metrics

Abstract views : 17 | views : 20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Dian Nathalia Inda

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.