Kesantunan Berbahasa Tuturan Suami Istri Keluarga Banjar: Tinjauan Sosiopragmatik

Jahdiah Jahdiah

Abstract


Language politeness does not only occur in the society, but it also occurs in a  close society that is family. Family is the smallest society. It is formed because of blood relationship and marriage like husband and wife. This study aims to describe politeness language between husband and wife in Banjar family. The method used in this study is descriptive method. To get qualitative descriptive, this study applies three steps, they are: providing the data, analysing the data, and presenting the result.  The result shows that there are collision toward the principal politeness language of husband and wife utterance in Banjar family, collision toward 1) agreement maxim, 2) sympathy maxim, 3) approbation maxim, and 4) tact maxim. There are also politeness principal applies in  husband and wife utterance,  the application of 1) approbation maxim, 2) agreement maxim, 3) generosity maxim, and 4) sympathy maxim.


Kesantunan berbahasa tidak saja terdapat dalam masyarakat, tetapi juga dalam lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Keluarga merupakan lingkungan sosial terkecil. Keluarga bukan saja karena pertalian darah, tetapi karena perkawinan, seperti suami istri. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan berbagai kesantunan berbahasa yang digunakan oleh suami istri pada keluarga Banjar. Metode deskriptif adalah langkah yang dipilih dalam penelitian ini melalui 3 tahap, yakni penyediaan data, analisis data, dan penyajian hasil. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam tuturan suami istri keluarga Banjar terdapat beberapa prinsip kesantunan yang dilanggar, seperti (1) agreement maxim, yaitu maksim permufakatan; (2) sympathy maxim, yaitu maksim kesimpatian; (3) approbation maxim, yaitu maksim penghargaan; dan (4) tact maxim, yaitu maksim kebijaksanaan. Dalam tuturan suami istri juga terdapat penerapan prinsip kesantunan, seperti (1) approbation maxim, yaitu maksim penghargaan; (2) agreement maxim, yaitu maksim permufakatan; (3) generosity maxim, yaitu maksim kedermawanan; dan (4) sympathy maxim, yaitu maksim kesimpatian.

Keywords


kesantunan; suami istri; sosiopragmatik

Full Text:

PDF

References


Cahyaningrum, F., Andayani, A., & Setiawan, B. (2018). Kesantunan Berbahasa Siswa dalam Berdiskusi. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(1), 45—54. Retrieved from http://ejurnalbalaibahasa.id/index.php/madah/article/view/682/452

Chaer, A. (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal (Revisi). Jakarta: Rieka Cipta.

Dewi, Rosinawati, dkk. (2019). Kesantunan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Biligual. Madah: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 10(1), 19—36. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31503/madah.v10i1.823

Fauzi, M. S. (2011). Pragmatik dan Ilmu Al-Ma’aniy: Persinggungan Otologik dan Epistemologik. Malang: UIN-Maliki Press. Retrieved from http://repository.uin-malang.ac.id/1247/

Finoza, L. (2012). Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Insan Mulia.

Hestiyana, H. (2018). Kesantunan Tindak Direktif pada Tuturan Anak dan Orang Tua di Desa Ngumbul Kabupaten Pacitan. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(1), 101—115. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31503/madah.v9i1.713

Leech. (2012). Principles of Pragmatics. New York: Longman.

Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Muhsyanur. (2016). Kesantunan Berbahasa Anak Jalanan di Komunitas Ana’Tugu Kelurahan Doping. Multilingual, XV(1), 31—50. Retrieved from multilingual.kemdikbud.go.id/index.php/MULTILINGUAL/article/viewFile/30/23

Nurjamily, W. O. (2015). Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Lingkungan Keluarga (Kajian Sosiopragmatik). Jurnal Humanika, 3(15), 1—18. Retrieved from http://ojs.uho.ac.id/index.php/HUMANIKA/article/view/608

Rahardi, K., Setyaningsih, Y., & Purnama, R. (2015). Pragmatik: Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa. Yogyakarta: Erlangga.

Sudaryanto, S. (2015). Matahari yang Terlupakan: Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia di Sekolah. Jurnal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi, 4(2), 166–171. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21831/jppfa.v4i2.12422

Sulistyo, E. T. (2013). Pragmatik: Suatu Kajian Awal. Surakarta: UNS Press.

Yayuk, R. (2016). Tindak Tutur Kekerasan Saat Sarik dalam Bahasa Banjar. Undas, 12(2), 1—10. https://doi.org/https://doi.org/10.26499/und.v12i2.554.g293

Zamzani. (2007). Kajian Sosiopragmatik. Yogyakarta: Cipta Pustaka.




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v10i2.914

Article metrics

Abstract views : 37 | views : 23

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.