The Discourse of Beauty Faced by Sales Promotion Girl in The Curse of Beauty Novel

Fiqih Aisyatul Farokhah, Adi Putra Surya Wardhana

Abstract


This study aims to analyze the discourse of women's beauty and marginalization of women's beauty in the novel The Curse of Beauty by Indah Hanaco. This study uses a qualitative data analysis research method. This study uses critical discourse analysis by Sarah Mills to examine the beauty discourse that SPG faces in the story of the novel. The results show SPG became a tool to attract buyers' interests. the owners of capital have made the female body an important tool in every social and economic process, to provide the erotic appeal of products through the imaging of mass media. It means, women's bodies have been disciplined through the concept of beauty by the mass media. Thus, the female body represented in the SPG story experiences marginalization of women's beauty. Thus, the female body represented in the SPG story experiences marginalization of women's beauty.


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kecantikan perempuan dan marginalisasi terhadap kecantikan perempuan dalam novel The Curse of Beauty karya Indah Hanaco. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis data kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis dari Sarah Mills untuk mengkaji wacana kecantikan yang dihadapi SPG pada kisah dalam novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPG menjadi alat untuk memikat minat pembeli. Para pemilik modal telah membuat tubuh perempuan menjadi alat penting dalam setiap proses sosial dan ekonomi untuk memberikan daya tarik erotis produk melalui pencitraan media massa. Artinya, tubuh perempuan telah didisiplinkan melalui konsepsi kecantikan oleh media massa. Dengan demikian, tubuh perempuan yang direpresentasikan dalam kisah SPG tersebut mengalami marginalisasi kecantikan perempuan.


Keywords


discourse; beauty; sales promotion girl; The Curse of Beauty

Full Text:

PDF

References


Baudrillard, J. (2006). Ekstasi Komunikasi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Blackwood, E. (2000). Culture and Women’s Sexualities. Journal of Social Issues, 56(2), 223—238. https://doi.org/https://doi.org/10.1111/0022-4537.00162

Bordo, S. (1993). Feminism, Foucault, and the Politics of the Body. In Up Against Foucault: Explorations of Some Tensions Between Foucault and Feminism (p. 179—202). London: Routledge.

Chasanah, I. N. (2014). Migrasi Simbolik Wacana Kuasa Tubuh: Menguak Wacana Tubuh dalam Ode untuk Leopold Von Sacher-Masoch karya Dinar Rahayu. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 27(4), 184—194. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.20473/mkp.V27I42014.184-194

Chris, B. (1999). Cultural Studies. London: SAGE Publication.

Dewi, N. (2018). Pernikahan di Bawah Umur dalam Cerpen Ahmad Tohari dan Pramoedya Ananta Toer. Aksara, 30(2), 173—186. https://doi.org/10.29255/aksara.v30i2.305.173-188

Dewi, T. K. S. (2014). Rara Mendut dari Sastra Lisan ke Sastra Tulis: Potret Perlawanan terhadap Kekuasaan. Atavisme, 17(2), 218—231. https://doi.org/10.24257/atavisme.v17i2.11.218-231

Emka, M. (2007). Jakarta Undercover II. Singapore: Monsoon Books.

Essays, U. (2018). Sales Promotion Girl in Indonesia. Retrieved from https://www.ukessays.com/essays/english-language/sales-promotion-girl-in-indonesia.php?vref=1

Farokhah, F. A., & Wardhana, A. P. S. (2019). Money Contestation: Prostitution Snare Sales Promotion Girl in Indah Hanaco’s the Curse of Beauty. Aksara, 31(1), 65—84. https://doi.org/10.29255/aksara.v31i1.356.65-84

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations dan Signifying Practices. London: Sage Publications.

Hanaco, I. (2012). The Curse of Beauty. Malang: Rumah Kreasi.

Hariwijaya. (2004). Seks Jawa Klasik. Yogyakarta: Niagara.

Ibrahim, I. S. (2004). Life Ectasy, Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra.

Kali, A. (2013). Diskursus Seksualitas Michael Foucault. Yogyakarta: Solusi Offset.

Kurnianto, E. A. (2014). Representasi Tubuh dan Kecantikan dalam Tiga Cerpen Intan Paramaditha: Sebagai Sebuah Tatanan Simbolik dalam Dunia Perempuan. Metasastra, 7(1), 23—34. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26610/metasastra.2014.v7i1.23-34

Kurnianto, E. A. (2016). Ketidakberdayaan Perempuan atas Persoalan Kehidupan dalam Novel Garis Perempuan Karya Sanie B. Kuncoro. Aksara, 28(2), 157—170. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v28i2.128.157-170

Melliana, A. (2006). Menjelajah Tubuh: Perempuan dan Mitos Kecantikan. Yogyakarta: LKiS.

Mills, S. (2001). Discourse. New York & London: Routledge.

Mills, S. (2003). Michel Foucault. London and New York: Routledge.

Munti, B. R. (2005). Demokrasi Keintiman Seksualitas di Era Global. Yogyakarta: LKIS.

Negari, N. P. E. (2015). Perempuan dan Ritual Guru Piduka dalam Cerpen “Surat dari Puri” Karya Widiasa Keniten. Aksara, 27(1), 99—106. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29255/aksara.v27i1.173.107-112

Nurfaidah, R. (2017). Dampak Disfungsi Keluarga terhadap Mitos Kecantikan dalam Novel The Curse of Beauty: Metrolifestyle Sales Promotion Girl. Retrieved from https://susastrafib.wphost2.ui.ac.id/wp-content/uploads/81/2017/01/Resti.pdf

Piliang, Y. A. (2003). Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra. Retrieved from https://www.goodreads.com/book/show/1772413.Hipersemiotika

Prabasmoro, A. P. (2006). Kajian Budaya Feminis: Tubuh, Sastra, dan Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra. Retrieved from https://www.goodreads.com/book/show/5578128-kajian-budaya-feminis

Pranoto, N. (2010). HERStory: Sejarah Perjalanan Payudara. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Retrieved from https://www.goodreads.com/book/show/8496394-herstory

Purwasih, J. H. G. (2013). Fenomena Sales Promotion Girl (SPG) Freelance pada Mahasiswa di Kota Surakarta. Sosialitas; Jurnal Ilmiah Pendidikan Sosiologi Antropologi, 3(1), 1—10. Retrieved from http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sosant/article/view/2398

Raffles, T. S. (1817). The History of Java. London.

Ratna, N. K. (2010). Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratnasari, Y. (2017). Buat Perempuan, Menjadi Cantik Tak Selamanya Baik. Tirto.Id. Retrieved from https://tirto.id/buat-perempuan-menjadi-cantik-tak-selamanya-baik-cisi

Setiari, A. D. (2017). Identitas Ke-Indonesiaan melalui Panyandra Bentuk Tubuh Indah Masyarakat Jawa. In Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Konteks Global (p. 257—264). Jember: PS PBSI FKIP Universitas Jember. Retrieved from https://jurnal.unej.ac.id/index.php/fkip-epro/article/view/4881

Setiyanto, E. (2010). Pendeskripsian Benda dalam Bahasa Jawa: Pendekatan Struktur Kewacanaan. (S. Arifin, D. P. Prabowo, & Riani, Eds.). Yogyakarta: Balai Bahasa Yogyakarta. Retrieved from http://repositori.kemdikbud.go.id/3347/1/Pendeskripisan benda dalam bahasa jawa pendekatan struktur kewacanaan.pdf

Wolf, N. (2002). The Beauty Myth: How Images of Beauty are Used Against Women. New York: Harper Collins Publishers.

Xiao-Hui, L., & Min, L. (2010). Women and Media: A Study on the Marginalization of Female Discourse Power. Cross-Cultural Communication, 6(1), 47—55. Retrieved from https://www.questia.com/read/1P3-2015988331/women-and-media-a-study-on-the-marginalization-of




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v10i2.920

Article metrics

Abstract views : 31 | views : 34

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.