Pola Komunikasi “Shihab & Shihab” pada Narasi TV dalam Perspektif Etnografi Komunikasi

Fahmi Gunawan

Abstract


This study aims to examine the communication patterns of “Shihab & Shihab” on Narasi TV with the episode of "Muslim and Christian Brothers". This study uses a type of qualitative research with ethnographic of communication method. To collect data, observation and documentation were conducted.  Data analysis was performed using content analysis from Spradley. The results of the study indicate that tiered clarification system or tabayyun is very important to do in our life, particularly in the revolutional industry 4.0. This phenomenon is reflected in the communication patterns carried out by Najwa Shihab, Quraish Shihab, and Priest Budi in Narasi TV. Ethnography of communication well-known as SPEAKING by Hymes in the form of settings, participants, ends, acts, keys, instruments, norms, and genres are the reasons why the communication pattern uses a tiered clarification system.


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola komunikasi “Shihab & Shihab” pada Narasi TV episode “Muslim dan Nasrani Bersaudara”. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi model Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  sistem klarifikasi berjenjang terhadap sesuatu sangat penting di dalam kehidupan, terutama di zaman revolusi industri 4.0. Fenomena itu terefleksikan dari pola komunikasi yang dilakukan Najwa Shihab, Quraish Shihab, dan Romo Budi. Etnografi komunikasi SPEAKING Hymes yang berupa setting, partisipant, ends, acts, key, instruments, norm, dan genre menjadi alasan pola komunikasi itu menggunakan sistem klarifikasi berjenjang.


Keywords


pola komunikasi; “Shihab & Shihab”; etnografi komunikasi; sosiolinguistik

Full Text:

PDF

References


Afandi, I. (2018). Hoax dalam Sejarah Islam Awal (Kajian Kritis tentang Q.S. An-Nur: 11—20). Ar-Risalah: Media Keislaman, Pendidikan Dan Hukum Islam, 16(1), 145—161. Retrieved from http://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/arrisalah/article/view/150

Bashori, A. H., & Syafri, U. A. (2016). Studi Kritis Konsep Sanad Kitab Nahj Al-Balaghah sebagai Upaya Membangun Budaya Tabayyun dalam Keilmuan Islam. El-Harakah, 18(2), 163—183. https://doi.org/10.18860/el.v18i2.3658

Budhiono, R. H. (2010). Tuturan Orang Kaso: Tinjauan Etnografi Komunikasi. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 9(1), 155—172. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/ajbs.2010.09108

Efendi, E. (2016). Tabayyun dalam Jurnalistik. Komunika Islamika: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Kajian Islam, 3(3), 1—24. Retrieved from http://www.jurnal.uinsu.ac.id/index.php/komunika/article/view/1845

Fasold, R. (1990). Sosiolinguistics of Language. Oxford: Blackwells Publishers.

Ghazali, M., Razak, S. A., Salleh, M., Mammi, H. K., & Isnin, I. F. (2017). To Share or Not to Share: Tabayyun Made Possible with MyVeri5. Advanced Science Letters, 23(5), 4542—4545. https://doi.org/https://doi.org/10.1166/asl.2017.8981

Hariyanto, H. H. (2017). Tabayyun Informasi di Era Media Sosial. Bina’ Al-Ummah, 12(2), 63—76. Retrieved from http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/alummah/article/view/3289

Haryono, A. (2014). Kisah Ulama/Kiai sebagai Strategi Penyampaian Pesan Warga Nahdlatul Ulama Etnik Madura. Humaniora, 26(3), 337—350. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jh.v26i3.6192

Haryono, A. (2018). Communication Patterns among Kiais of Nahdlatul Ulama in The Madurese Ethnic Group. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 7(3), 714—726. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17509/ijal.v7i3.9822

Hosen, N. (2019). Saring Sebelum Sharing. Jakarta: PT Benteng Pustaka.

Hymes, D. (1964). Introduction: Toward Ethnographies of Communication. American Anthropologist, 66(6), 1—34. Retrieved from https://www.jstor.org/stable/668159

Jafar, I. (2018). Konsep Berita Dalam Al-Qur’an (Implikasinya dalam Sistem Pemberitaan Di Media Sosial). Jurnal Jurnalisa, 3(1), 1–15.

Mildad, J. (2018). Komunikasi Massa dalam Perspektif Islam (Kajian terhadap Alquran pada Ayat-ayat Tabayyun). Journal Source, 2(2), 1—6. https://doi.org/https://doi.org/10.35308/source.v2i2.300

Nazmudin. (2017). Kerukunan dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Membangun Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Journal of Government and Civil Society, 1(1), 23—39. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31000/jgcs.v1i1.268

Novianti, E. (2014). Pola Komunikasi Pasangan Antaretnik Sundaminang di Bandung. Jurnal Kajian Komunikasi, 2(2), 161—172. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/jkk.v2i2.7383

Rosyid, M. (2017). Peredam Konflik Agama: Studi Analisis Penyelesaian di Tolikara Papua 2015. Afkaruna: Indonesian Interdiciplinary Journal Of Islamic Studies, 13(1), 48—81. https://doi.org/10.18196/AIIJIS.2017.0067.48-81

Santosa, R. (2017). Metode Penelitian Kualitatif Kebahasaan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.

Sariono, A. (2007). Pemilihan Bahasa dalam Masyarakat Using: Studi Kasus pada Masyarakat Using di Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Universitas Gadjah Mada. Retrieved from http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail⊂=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=36414

Saville-Troike, M. (2003). The Ethnography of Communication: An Introduction (Third). New York: Blackwell Publishing Ltd. Retrieved from http://www.blackwellpublishing.com

Setyowati, Y. (2005). Pola Komunikasi Keluarga dan Perkembangan Emosi Anak (Studi Kasus Penerapan Pola Komunikasi Keluarga dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Emosi Anak pada Kkeluarga Jawa). Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 67—78. https://doi.org/https://doi.org/10.24002/jik.v2i1.253

Sirait, D. M., & Hidayat, D. (2015). Pola Komunikasi pada Prosesi Mangulosi dalam Pernikahan Budaya Adat Batak Toba. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1), 23—31. https://doi.org/https://doi.org/10.31294/kom.v2i1.199.g167

Sudarman, & Ramadhani, A. (2018). Religious Harmony Handling in West Aceh, Indonesia. Jurnal Public Policy, 4(2), 90—99. https://doi.org/https://doi.org/10.35308/jpp.v4i2.1051

Wahyuningsih, S. (2014). Kearifan Budaya Lokal Madura sebagai Media Persuasif (Analisis Semiotika Komunikasi Roland Barthes dalam Iklan Samsung Galaxy versi Gading dan Giselle di Pulau Madura). Sosio Didaktika: Social Science Education Journal, 1(2), 171—180. https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1259

Wibisono, B. (2005). Perilaku Berbahasa Warga Kelompok Etnik Madura di Jember dalam Obrolan Dengan Mitra Tutur Sesama dan Lain Etnik. Universitas Negeri Malang.




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v10i2.933

Article metrics

Abstract views : 23 | views : 20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.