Gaya Bahasa dalam Pepatah Adat Masyarakat Petalangan Riau

Yeni Maulina, Khairul Azmi

Abstract


Pengkalan Kuras, Langgam, Kuala Kampar, and Bunut Subdistrict, Pelalawan Regency. Petalangan tribe has various cultures in the traditions of life. A good introduction to cultural heritage by the next generation can strengthen the nation's tradition in responding to the increasingly severe challenges of the future in this era of globalization. Cultural heritage in the form of moral-spiritual inheritance, one of which is obtained and known through the tradition of belief in the traditional proverb that exists in the community. The traditional adage in the Petalangan community, among others, explains the perspective on community life. This study aims to describe the style of language in the customary proverb that is related to the perspective of life in society. This research uses a qualitative approach with descriptive analysis method. The data source used was the book entitled Pepatah Adat, Istilah, dan Kosa kata Masyarakat Petalangan Kabupaten Pelalawan, Riau. There are 16 traditional proverbs used as data in this study, which then obtained 3 language styles based on sentence structure and 2 language styles based on meaning. By knowing and learning the style of language in this traditional proverb, the philosophy of life and aesthetic tastes of the people of Riau can be understood.

 

Petalangan merupakan salah satu puak asli di Provinsi Riau yang bermukim di Kecamatan Pengkalan Kuras, Langgam, Kuala Kampar, dan Bunut, Kabupaten Pelalawan. Suku Petalangan ini memiliki beraneka kebudayaan dalam kehidupan. Pengenalan yang baik terhadap warisan kebudayaan oleh generasi penerus dapat memperteguh tradisi bangsa dalam menjawab tantangan masa depan yang semakin berat dalam era globalisasi ini. Warisan kebudayaan yang berupa warisan moral-spiritual, satu di antaranya didapatkan dan diketahui keyakinan terhadap pepatah adat yang ada pada masyarakat. Pepatah adat dalam masyarakat Petalangan antara lain menjelaskan cara pandang mengenai hidup bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya bahasa di dalam pepatah adat yang berhubungan dengan cara pandang dalam hidup bermasyarakat. Penelitian ini menggunakan


pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah buku Pepatah Adat, Istilah, dan Kosa kata Masyarakat Petalangan Kabupaten Pelalawan, Riau. Terdapat 16 pepatah adat yang dijadikan data dalam penelitian ini, yang kemudian diperoleh 3 gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan 2 gaya bahasa berdasarkan makna. Dengan mengetahui dan mempelajari gaya bahasa dalam pepatah adat ini dapat dipahami filsafat hidup dan cita rasa estetika masyarakat Riau.


Keywords


Petalangan; pepatah adat; gaya bahasa

Full Text:

PDF

References


Effendy, Tenas, D. (2005). Lintasan Sejarah Pelalawan (Dari Pekantua ke Kabupaten Pelalawan). (H. T. Effendy, M. Hasbi, & S. Shomary, Eds.). Pekanbaru: Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Gustiranto. (2017). Nilai-Nilai Tradisional Tolak Bala Di Desa Betung Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. JOM FISIP, 4(1), 1—13. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/206200-nilai-nilai-tradisional-tolak-bala-di-de.pdf

Hasbullah, Toyo, & Pami, A. A. A. (2017). Ritual Tolak Bala pada Masyarakat Melayu (Kajian pada Masyarakat Petalangan Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan). Jurnal Ushuluddin, 25(1), 83—100. https://doi.org/10.24014/jush.v25i1.2742

Kang, Y. (2006). “Staged” Rituals and “Veiled” Spells: Multiple Language Ideologies and Transformations in Petalangan Verbal Magic. Journal of Linguistic Anthropology, 16(1), 1—22. https://doi.org/10.1525/jlin.2006.16.1.001

Kang, Y. (2007). Unintelligibility and Imaginative Interpretation in a Petalangan Healing Ritual. Text and Talk, 27(4), 409—433. https://doi.org/10.1515/TEXT.2007.018

Keraf, G. (2006). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. (1990). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, H. (2001). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Latif, S. (2011). Kamus Bahasa Melayu. Pekanbaru: Yayasan Taman karya Riau.

Pradopo, R. D. (1997). Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah mada University Press.

Pusat Bahasa, T. P. K. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Dendy Sugono, Ed.) (IV). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Rosdah, A. (2017). Kearifan Lokal Desa Sialang Jaya dalam Tradisi Lubuk Larangan di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. JOM FISIP, 4(2), 1—15. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/206930-kearifan-lokal-masyarakat-desa-sialang-j.pdf

Santoso, T. (2007). Diksi dan Pola Sintaksis dalam Pepatah Aceh. Humaniora, 19(3), 309—316. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jh.v19i3.913

Semi, M. A. (2012). Metode Penelitian Sastra. Bandung: CV Angkasa.

Syafi’i, M., Auzar, Sukendi, & Firdaus, L. N. (2017). Indigenous Knowledge of Petalangan in Conserving Tesso Nilo National Park, Riau, Indonesia. In International Conference on Environment and Technology (IC-Tech) 2017 (p. 1—7). Pekanbaru: Institute of Physics Publishing. https://doi.org/10.1088/1755-1315/97/1/012027

Syamsi, M. (2008). Pepatah Adat, Istilah, dan Kosa kata Masyarakat Petalangan Kabupaten Pelalawan. Bandar Petalangan: Lembaga Adat Petalangan.

Tarigan, H. G. (1985). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.

Tarmizi, A., & Kurniawan, A. (2017). Model Administrasi Pribumi Masyarakat Adat Melayu Petalangan di Desa Sialang Godang Kabupaten Pelalawan Riau. In Seminar Nasional “Mitigasi dan Strategi Adaptasi Dampak Perubahan Iklim di Indonesia” (p. 165—177). Pekanbaru: Program Studi Magister Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Islam Riau. https://doi.org/978-979-3793-71-9

Wahyuni, D. (2016). Kreativitas Berbahasa dalam Sastra Anak Indonesia. Madah, 7(2), 127—146. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31503/madah.v7i2.423

Wikipedia. (2016). Suku Petalangan. Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Petalangan




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v10i2.981

Article metrics

Abstract views : 40 | views : 20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.