Menafsirkan Teks Sastra Lisan Badampiang sebagai Upaya Memaknai Warisan Budaya Bangsa

Krisnawati Krisnawati

Abstract


Minangkabau ethnic group, as other ethnic groups in Indonesia, has many kinds of cultural heritages. Among other is Badampiang, an oral tradition. Badampiang (acting of accompanying) is mutually responding poetry (berbalas pantun) by the time accompanying a groom to a bride’s house to do the procession of wedding. This tradition is currently threatened to extinct, whereas in fact, it has many positive values which are deserved to be inherited to the next generations. Thus, it is important to do a research on Badampiang. This paper discussed about the speakers, the music instruments, the place, the time and the condition of Badampiang utterances. Besides, this paper also discussed the meaning contained in the text of Badampiang. The method used to investigate the tradition of Badampiang is hermeneutics method and theory of values. Therefore, the various elements that exist can be found so that badampiang will realize and the values that contained in the oral tradition.

Abstrak

Suku bangsa Minangkabau, sebagaimana suku bangsa lainnya di Indonesia, memiliki berbagai warisan budaya. Di antara warisan budaya tersebut adalah tradisi lisan badampiang. Badampiang (melakukan pendampingan) adalah berbalas pantun ketika mendampingi mempelai laki-laki menuju rumah mempelai perempuan ketika hendak melakukan ijab kabul (pernikahan). Tradisi lisan badampiang saat ini terancam punah digerus waktu, padahal banyak nilai positif dalam teks badampiang yang layak diwariskan kepada generasi penerus. Oleh sebab itu, kajian terhadap badampiang sangat penting dilakukan. Melalui makalah ini dibahas pedendang, alat musik pengiring, tempat, waktu, dan suasana pedendangan badampiang. Selain itu, dibahas pula makna yang terkandung dalam teks badampiang. Metode yang digunakan untuk mengkaji tradisi lisan ini adalah metode hermeneutika dan teori tentang nilai-nilai. Dengan demikian, terlihatlah berbagai unsur yang ada sehingga badampiang terwujud dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lisan tersebut.


Keywords


badampiang; tradisi lisan; pantun; nilai-nilai; hermeneutika

Full Text:

PDF

References


Ahmadi dan Salimi. 2008. Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Bertens, K. 2000. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kaelan, 2004. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

Palmer, Richard D. 2005. Hermeneutika: Teori Baru tentang Interpretasi. Terjemahan Masnur Hery dan Damanhuri Muhammad. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suprayogi. 2015. “Tradisi Lisan Badampiang pada Upacara Pernikahan di Nagari Taluak, Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat”. Skripsi. STKIP PGRI Sumbar.

Kambang, Haridman (http://www. pesisirselatankab.go.id/artikel/49/tradisi-badampiang-ampiang-parak.html diunduh 5 Januari 2016).

Yupita, Mutia (http://expresitopia. blogspot.co.id/2012/01/upacara-adat-pernikahan-di-pesisir.html diunduh 5 Januari 2016).

Yunus, Yulizal (https://wawasanislam. wordpress.com/2008/04/30/adat-istiadat-perkawinan-di-pesisir-selatan diunduh 5 Januari 2016).




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v7i1.447

Article metrics

Abstract views : 208 | views : 120

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Krisnawati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.