Cerita Rakyat Kampar Si Lancang: Analisis Fungsi Pelaku

Chrisna Putri Kurniati

Abstract


The problem in this research, titled “Cerita Rakyat Kampar ‘Si Lancang’: Analisis Fungsi Pelaku” is about analysis offender. The purpose of this study was to document folklore Kampar “Si Lancang”, and describes, reveals the function of the actors in folklore Kampar Si Lancang”. The theory used Propp's theory about the functions of the perpetrators. This is a qualitative study using literature. The primary data bersumberkan Kampar folklore entitled “Si Lancang” issued by the Ministry of Education and Culture, Jakarta, 1982. The conclusion of the research is in the folklore that there are seven functions of the perpetrators.

Abstrak

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian yang berjudul “Cerita Rakyat Kampar ‘Si Lancang”: Analisis Fungsi Pelaku” ini adalah analisis fungsi pelaku pada cerita rakyat Kampar yang berjudul “Si Lancang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan cerita rakyat tersebut dan mendeskripsikannya, serta mengungkapkan fungsi pelaku dalam cerita rakyat itu. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah teori Propp tentang fungsi pelaku. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka. Data primernya bersumberkan cerita rakyat Kampar “Si Lancang” yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta 1982. Melalui analisis yang dilakukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam cerita rakyat tersebut terdapat tujuh fungsi pelaku.


Keywords


folklore; fungsi pelaku; “Si Lancang”

Full Text:

PDF

References


Aminuddin. (1990). Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: Yayasan Asi Asah Asuh.

Danandjaja, James. (1991). Folklor Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng dan Lain-Lain. Jakarta: PT Temprint.

Fachrudin, dkk. (1981). Sastra Lisan Bugis. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Hasan, Kailani, dkk. (1982). Cerita Rakyat Daerah Riau. Jakarta: Departeman Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.

Hadi, Sutrisno. (1989). Metodologi Research. Yogyakarta: Andi Offset.

Hamidy, U.U. (1991). Estetika Melayu di Tengah Hamparan Estetika Islam. Pekanbaru: Zamrad.

Hamidy, U.U. (1990). Masyarakat dan Kebudayaan Daerah Riau. Pekanbaru: Zamrad.

Nursyamsiah. (1996). Fungsi Rumah Bagi Suku Sakai. Pekanbaru: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Propp, Vladimir. (1987). Morfologi Cerita Rakyat. Diterjemahkan oleh Noriah Taslim. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia.

Rahman, Elmustian. (2003). Alam Melayu Sejumlah Gagasan Menjemput Keagungan. Pekanbaru: Universitas Riau Press.

Yock Fang, Liauw. (1991). Sejarah Kesusasteraan Melayu Klasik Jilid I. Jakarta: Erlangga. https://id.wikipedia.org/wiki/budayaindonesia, diakses pada 3 Agustus 2016, pukul 13.00 Wib. https://id.wikipedia.org/wiki/kabupatenkampar, diakses pada 5 Agustus 2016, pukul 10.00 Wib.




DOI: http://dx.doi.org/10.31503/madah.v7i2.429

Article metrics

Abstract views : 515 | views : 447

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Chrisna Putri Kurniati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

MADAH INDEXED BY:

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra (E-ISSN 2086-6038, P-ISSN 2580-9717), Balai Bahasa Riau, Jalan H.R. Soebrantas Km. 12,5, Kampus Binawidya Kompleks Universitas Riau, Panam, Pekanbaru, Riau. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.