PENGARUH KOLONIALISME TERHADAP PERUBAHAN PSIKOLOGIS WANITA PRIBUMI DALAM CERPEN “PEREMPUAN DALAM PERANG” KARYA CHINUA ACHEBE

Karyono Karyono

Abstract


Cerpen “Perempuan dalam Perang” merupakan salah satu cerpen yang terdapat dalam Kumpulan Cerpen Afrika: Kenapa Tidak Kau Pahat Binatang Lain. Kumpulan cerpen terbit tahun 2005 dan diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono. Cerpen ini menceritakan  masa keterpurukan Negara Afrika yang  menjadi sorotan para kolonialis untuk menjajahnya. Masyarakat Afrika diperlakukan sebagai golongan inferior di tanah mereka oleh pihak Barat, akibat  konflik yang terjadi berkenaan dengan sosiologis dan psikologis penderitaan wanita pribumi dalam kolonialisme. Salah satu penderitaan psikologis yang dialami oleh masyarakat pribumi, yaitu perubahan ideologi yang menuju kemerosotan moral. Banyak dari mereka yang berpindah tempat, berpindah pola pikir, dan berubah dalam tindakan.  Metode yang digunakan adalah close reading, dengan menggunakan pendekatan teori poskolonialisme yang akan dihubungkan dengan prespektif feminisme  karena dalam cerita ini terkandung isu gender yang cukup kental.  Yang terjadi dalam cerpen “Perempuan dalam Perang” adalah perubahan pola pikir seorang wanita yang berjuang melawan penjajah, berubah menjadi seorang yang berjuang untuk dirinya. Wanita itu berusaha memertahankan hidupnya dengan menjual harga dirinya. Isu gender juga melekat dalam cerpen ini. Dilihat dari sudut pandang feminisme, ada hal-hal yang dibenarkan dalam pola pikir feminis dan ada  penyimpangan-penyimpangan yang mengakibatkan perspektif feminis tidak dihargai.

Abstract:

The short story of “Perempuan dalam Perang” is one of the short stories in Kumpulan Cerpen Afrika (A collection of African short stories) entitled Kenapa Tidak  Kau Pahat Binatang Lain. The collection of the short stories published in 2005 and translated by Sapardi Djoko Damono. The story told us about the downturn of African countries that became the attraction of imperialism to colonize them. African society is treated as an inferior class of their own land by the West, due to the conflict regarding the sociological and psychological suffering of native women in colonialism. One of the psychological suffering experienced by the native  is the change in ideology leading  to moral degradation. Many of them  change  their mindset and action.The applied method is close reading, using a theoretical approach post-colonialism linked to the perspective of feminism because  this story contained the strong gender issue. What happened in the story was a change in a woman mindset who fought against the colonialist, turned into a struggle for herself. She was trying to survive by selling her own esteem. The gender issues are also inherent in this short story. From feminism point of view, there are things justified in feminist mindset and there are deviations resulting in a feminist perspective that is not appreciated.


Keywords


inferior, colonialism, gender, moral degradation, and suffering

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26610/metasastra.2012.v5i1.35-43

Article metrics

Abstract views : 331 | views : 295

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2012 Karyono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

METASASTRA INDEXED BY:


 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2019 Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra (e-ISSN 2503-2127, p-ISSN 2085-7268), Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.