NASKAH KIDUNG NABI: ANALISIS TEMA DAN FUNGSI SOSIAL (The Manuscript of “Kidung Nabi”: Theme and Social Functions Analysis)

Nurhata Nurhata

Abstract


Naskah Kidung Nabi adalah naskah yang berisi kidungan yang dapat memberikan kekuatan bagi si pembacanya. Jumlah naskah Kidung Nabi yang ditemukan di Indramayu dan Cirebon sepuluh naskah. Penelitian ini akan menguraikan suatu naskah Kidung Nabi yang ditulis oleh Sugrawijaya pada tahun 1927. Tujuan penelitian ini menyuguhkan teks kidung itu kemudian menguraikan tema dan fungsi sosialnya, khususnya bagi masyarakat Indramayu dan Cirebon. Metode yang digunakan untuk menyuguhkan teks Kidung Nabi yaitu metode filologis sedangkan untuk analisis tema menggunakan metode deskriptif
analitis. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan: (1) naskah yang ditulis oleh Sugrawijaya sudah mengalami perubahan, baik disengaja maupun tidak; (2) tema utama Kidung Nabi yaitu penyatuan jiwa dengan para rasul dan sahabat Nabi Muhammad sehingga jiwa dan tubuh seseorang menjadi kuat; (3) oleh masyarakat, kidung itu digunakan untuk ritual adat ruwatan serta digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti mengobati orang sakit, menangkal serangan hama, binatang buas, gangguan jin atau setan, dan berbagai mara bahaya lainnya. Jadi, dengan menyanyikan Kidung Nabi seseorang akan menyatu dengan para nabi dan sahabat Nabi Muhammad serta dilindungi oleh malaikat, sehingga seseorang memperoleh kekuatan adikodrati.

Abstrak

“Kidung Nabi” is a manuscript containing songs (kidung) that can give strength to its readers. The number of “Kidung Nabi” manuscripts found in Cirebon and Indramayu are ten manuscripts. This research will describe the “Kidung Nabi” manuscript written by Sugrawijaya in 1927. The aim of the research is to describe this kidung and to reveal the theme and social functions, especially for people in Indramayu and Cirebon. The method used to present the text of “Kidung Nabi” is a philological method, while for the theme analysis use a descriptive method. This study reveals three findings, namely, (1) the manuscript written by Sugrawijaya has undergone changes, whether intentionally or unintentionally; (2) the main theme of the “Kidung Nabi” is the union of the soul with the prophets and the prophet Muhammad’s companions so that one’s soul and body become strong; (3) the people have the kidung for the ruwatan (custom rituals) and for everyday purposes, such as treating the sick and preventing pest attacks, wild animals, demon or ghost, and various other dangers. Thus, by singing the Kidung Nabi, someone will be united with the prophets and companions of the Prophet Muhammad and protected by angels; therefore, one obtains supernatural powers.


Keywords


filologi; Kidung Nabi; naskah; Indramayu; Cirebon

Full Text:

PDF

References


Ariani, I. (2011). “Ajaran Tasawuf Sunan Kalijaga dan Pengaruhnya bagi Perkembangan Pertunjukan Wayang Kulit di Indonesia.” Yogyakarta.

Baried, S. B., dkk. (1985). Pengantar Ilmu Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Chodjim, A. (2007). Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga. Jakarta: Serambi.

Christomy, T., dan Nurhata. (2016). Katalog Naskah Indramayu. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Purwadi. (2015). Sufisme Sunan Kalijaga: Ajaran dan Laku Spiritual Sang Guru Sejati. Yogyakarta: Araska Publisher.

Ricklefs, M. C. (2001). A History of Modern Indonesian since 1200 (Third). Basingstoke: Palgrave.

Sakdullah, M. (2014). “Kidung Rumeksa ing Wengi Karya Sunan Kalijaga dalam Kajian Teologi.” Teologia, 25(2).

Saputra, K. H. (2008). Pengantar Filologi Jawa. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Sidiq, A. (2008). “Kidung Rumeksa ing Wengi (Studi Tentang Naskah Klasik Bemuansa Islam).” Analisa, XV(1).

Widada, dkk. (2001). Kamus Basa Jawa (Bausastra Jawa). Yogyakarta: Kanisius.

Widodo, W. (2011). “Analisis Wacana Mantra Jawa.” In Seminar Nasional Linguistik dan Sastra: Dahulu, Sekarang, dan Akan Datang. Madura: Universitas Trunojoyo.

Woodward, M. (2011). Java, Indonesia, and Islam. Arizona: Department of Religious Studies. Arizona

State University.

Zoetmulder, P. J. (1983). Kalangwan: Sastra Jawa Kuna Selayang Pandang. Jakarta: Djambatan.

Zoetmulder, P. J., dan Robson (2006). Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Jakarta: Gramedia.




DOI: http://dx.doi.org/10.26610/metasastra.2017.v10i1.45-56

Article Metrics

Abstract view : 291 times
PDF - 188 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

METASASTRA INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPic

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra (e-ISSN 2503-2127, p-ISSN 2085-7268), Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.