PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN: GERAKAN PEREMPUAN DALAM PUISI “TJOEMBOEAN” (1919) DAN “ADJAKAN” (1931) (Women and Education: Women Movement in the Poem “Tjoemboean” [1919] and “Adjakan” [1931])

Sartika Sari, Aquarini Priyatna, Teddi Muhtadin

Abstract


Penelitian ini membicarakan isu perempuan dan pendidikan yang ditampilkan dalam puisi “Tjoemboean” yang terbit dalam surat kabar Perempoean Bergerak (1919) dan “Adjakan (Doenia Istri)” yang terbit dalam surat kabar Bintang Karo (1931). Kedua puisi dalam surat kabar tersebut diedarkan di wilayah Sumatera bagian Utara yang ketika itu meliputi Sumatera Utara dan Aceh. Melalui analisis menggunakan pandangan Brooks (1967) dan pengkajian isu dengan pemikiran Beauvoir (2003) serta Wollstonecraft (2014), penelitian ini menemukan bahwa puisi “Tjoemboean” dan “Adjakan” dijadikan sebagai alat artikulasi kritis perempuan terhadap isu-isu yang berkenaan dengan kehidupannya. Secara khusus, kedua puisi tersebut menampilkan bahwa pendidikan perempuan memiliki relasi yang kuat dengan persoalan harta, orang tua, dan cinta. Pendidikan juga digambarkan sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas diri perempuan agar terbebas dari subordinasi gender.

Abstrak

This research examines how issues of education and women are presented in the poem “Tjoemboean” published in the newspaper “Perempuan Bergerak” (1919) and “Adjakan” (Doenia Istri)” published in the newspaper “Bintang Karo” (1931). Both newspapers were printed and published in Northern Sumatera which for that moment regionally covered North Sumatera and Aceh. Through analysis of Brooks’ theory (1967), issues study of Beauvoir’s thought (2003), and Wollstonecraft’s (2014), the research finds that “Tjoemboean” and “Adjakan” serve as a means of women’s critical articulation of issues concerning their lives. Both poems specifically represent that the issue of women’s education is strongly connected to the issues of wealth, parents, and love. Education is also described as a medium to reform the quality of women’s selves;hence, they are free of gender subordination.


Keywords


gerakan; perempuan; puisi; Sumatera Bagian Utara

Full Text:

PDF

References


Anistiyati, F. (2012). Perempuan dan Profesi Jurnalis. (Skripsi), Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Arivia, G. (2003). Filsafat Berprespektif Feminis. Jakarta Selatan: Jurnal Perempuan.

Beauvoir, S. d. (2003). Second Sex: Kehidupan Perempuan (T. B. F. d. N. Juliastuti, Trans.). Jakarta:

Pustaka Promethea.

Brooks, C. (1976). Understanding Poetry. New York: Henry Holt and Company.

Hanani, S. (2011). Rohana Kudus dan Pendidikan Perempuan. portalgaruda.org, diakses tanggal 17

Desember 2016.

Hodgson-wright, S. (2010). Feminisme Periode Awal. In S. Gamble (Ed.), Pengantar Memahami Feminisme dan Postfeminisme. Yogyakarta: Jalasutra.

Kaplan, C. (2005). British Women’s Writing in the Long Eighteenth Century. New York: PALGRAVE.

Kuria, A. (2010). Feminisme dan Negara-Negara Berkembang. In S. Gamble (Ed.), Pengantar emahami

Feminisme dan Postfeminisme. Yogyakarta: Jalasutra.

Mahayana, M. S. (2016). Jalan Puisi dari Nusantara ke Negeri Poci. Jakarta: Kompas Gramedia.

Mcdonald, L. (2001). Feminisme dan Sosialisme. Australia: Resistance Book.

Millet, K. (1970). Sexual Politics. New York: Garden City, Doubleday.

Priyatna, A. (2016). Perempuan di Luar Jalur: Seksualitas Perempuan dalam Dua Cerpen Karya

Suwarsih Djojopuspito. Metasastra, Volume 9, Nomor 2, Desember 2016.

Rosidi, A. (2013). Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bandung: Dunia Pustaka Jaya.

Samboedja, A. (2011). Kronik Sejarah Sastra Indonesia (1908-2008). Bandung: Ultimus.

Samry, W. (2014). Suara Perempuan Sumatera: Pers Perempuan di Sumatera Utara pada Zaman

Kolonial 1919-1942. Analisis Sejarah, Volume 4 Nomor 2.

Sanders, V. (2010). Feminisme Periode Awal. In S. Gamble (Ed.), Pengantar Memahami Feminisme

dan Postfeminisme. Yogyakarta: Jalasutra.

Sumardjo, J. (1981). Rumah yang Damai: Wanita dalam Sastra Indonesia. Prisma, Juli

Tong, R. P. (2010). Feminist Thought (A. P. Prabasmoro Ed.). Yogyakarta: Jalasutra.

Wieringa, S. E. (1999). Penghancuran Gerakan Perempuan di Indonesia (H. Setiawan, Trans.). Jakarta: Gerba Budaya.

Wiyatmi. (2013). Menjadi Perempuan Terdidik: Novel Indonesia, dan Feminisme. Yogyakarta: UNY

Press.

Wollstonecraft, M. (2014). A Vindication of the Rights of Woman. United States.

Wawancara:

Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S., pada tanggal 18 Februari 2017




DOI: http://dx.doi.org/10.26610/metasastra.2017.v10i1.57-72

Article Metrics

Abstract view : 334 times
PDF - 186 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

METASASTRA INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPic

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra (e-ISSN 2503-2127, p-ISSN 2085-7268), Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.