DIMENSI SUFISTIK DALAM PUISI "CERMIN" KARYA SUTARDJI CALZOUM BACHRI

Asep Supriadi

Abstract


Puisi “Cermin” karya Sutardji Calzoum Bachri merupakan puisi berdimensi sifistik. Puisi sufistik yang mengungkap dan menggambarkan tentang perenungan diri terhadap eksistensi diri dengan Tuhannya. Hal ini seperti tampak dalam puisi “cermin” yang terdapat dalam kata-kata cermin, cahaya, cinta, salat, zikir, kalbu, taubat dan zuhud. Kata-kata tersebut dalam istilah tasawuf disebut dengan tafakur dan muhasabah. Dengan tafakur dan muhasabah ini diharapkan datangnya cahaya Tuhan. Dalam bahasa sufi cahaya ini disebut nurilahiah, artinya cahaya yang datang dari Tuhan.

Keywords


puisi; cermin; sufisme

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26610/metasastra.2010.v3i1.1-8

Article metrics

Abstract views : 254 | views : 117

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2010 Asep Supriadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

METASASTRA INDEXED BY:


 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2019 Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra (e-ISSN 2503-2127, p-ISSN 2085-7268), Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.