Mimikri, Mockery, dan Resistansi Gaya Hidup Pribumi terhadap Budaya Kolonial Belanda dalam Tetralogi Pulau Buru

Puji Retno Hardiningtyas

Abstract


This research discusses mimicry, mockery, and resistance of indigenous and colonial lifestyle as a result of Indies cultural contact in the tetralogy of Pramoedya Ananta Toer’s “Pulau Buru”. The purpose of this research is to describe  the reality of indigenous lifestyle in the Buru tetralogy especially at mimicry, mockery, as well as resistance from colonized people. Data collection method of this research is the literary study of reading-record technique. The data are analyzed by  applying the analytical descriptive method with understanding and interpretation technique. Homi K. Bhabha's postcolonial theory is used to examine mimicry, mockery, and resistance problems. The result of the research shows that cultural contact between colonialists and colonized people in the Indies has engendered Indies culture. The existence of the mixing of Indies culture influenced the occurrence of mimicry to western culture performed by indigenous leaders. In contrast, the emergence of mockery against the indigenous was done by Dutch colonial leaders who did not like the indigenous alignment/establishment. However, behind the events of mimicry and mockery, the presence of Minke and Nyai Ontosoroh is as the strong figures.  It is intended for indigenous cultural resistance  as a form of resistance to colonial occupation in the Dutch East Indies.

Keywords


mimicry; mockery; resistance; lifestyle; indigenous-colonial

Full Text:

PDF

References


Allen, Pamela. (2004). Membaca, dan Membaca Lagi [Re] interpretasi Fiksi Indonesia 1980--195. Terjemahan Bakdi Soemanto. Magelang: Indonesiatera.

Ashcroft, Bill, Garreth Griffiths, and Helen Tiffin. (1995). The Postcolonial Studies Reader. London: Routledge.

Ashcroft, Bill, Garreth Griffiths, and Helen Tiffin. (2003). Menelanjangi Kuasa Bahasa: Teori dan Praktik Sastra Poskolonial. Yogyakarta: Qalam.

Bahari, Razif. (2007). Pramoedya Poscolonially: (Re-) Viewing History, Gender and Identity in The Buru Tetralogy. Denpasar: Pustaka Larasan.

Baay, Reggie. (2010). Nyai&Pergundikan di Hindia Belanda. Terjemahan Siti Hertini Adiwoso. De Njai: Het Concubinaat in Nederlands-Indië. Jakarta: Komunitas Bambu.

Bhabha, Homi. K. (l994). The Location of Culture. London: Routledge.

Budiawan. (1995). "Sastra (dan) Ideologi: Sebuah Tinjauan Teoretis". Dalam Basis, Juni 1995.

Dewojati, Cahyaningrum. (2017). “Ambevalensi dan Kuasa Perempuan Terjajah dalam Karina Adinda: Lelakon Komedie Hindia Timur Dalem Tiga Bagian”. Atavisme Vol. 20 No. 1 Juni 2017, hlm. 1—13.

Djokosujatno, Aspanti. (2002). “Novel Sejarah Indonesia: Konvensi, Bentuk, Warna, dan Pengarangnya”. Jurnal Makara, Sosial Humaniora, Vol. 6, Juni, No. 1, hlm. 14—19.

Faruk, H.T. (2007). Belenggu Pasca-Kolonial: Hegemoni dan Resistansi dalam Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Foulcher, Keith dan Tony Day. (2008). “Bahasan Poskolonial dalam Sastra Indonesia Modern”. Dalam Keith Foulcher dan Tony Day (Editor). Sastra Indonesia Modern Kritik Postkolonial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan KITLV.

Hardiningtyas, Puji Retno. (2015). “Manusia dan Budaya Jawa dalam Roman Bumi Manusia: Eksistensialisme Pemikiran Jean Paul Sartre”. Aksara Vol. 27 No. 1 Juni 2015, hlm. 83—98.

Hardiningtyas, Puji Retno. (2014). “Orientalisme: Budaya Indis dalam Tetralogi Pulau Buru Karya Pramoedya Ananta Toer”. Sawerigading Vol. 20 No. 2 Agustus 2014, hlm. 183—193.

Hardiningtyas, Puji Retno. (2012). “Wacana Pribumi dan Kaum Kolonial dalam Roman Tetralogi Pulau Buru Karya Pramoedya Ananta Toer”. Tesis. Denpasar: Pascasarjana, Universitas Udayana.

Hartono. (2005). “Mimikri Pribumi terhadap Kolonialisme Belanda dalam Novel Sitti Nurbaya Karya Marah Rusli (Kajian Poskolonialisme)”. DIKSI Vol. I Vol. 12 No. 2 Juli 2005, hlm. 248—266.

Huddart, David. (2006). Homi K. Bhabha. London and New York: Routledge.

Hun, Ko Young. (2011). Pramoedya Menggunggat Melacak Jejak Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kartodirjo, Sartono, A. Sudewo, dan Suhardjo Hatmosuprobo. (1993). Perkembangan Peradaban Priayi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Kleden, Ignas. (2011). “Kekuasaan, Gender, dan Hubungan Reproduksi: Perspektif Pulau Buru Refleksi”. Kalam Th. 2011.

Koentjaraningrat. (1983). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Angkasa Baru.

Maemunah, Lina Puryanti, dan Diah Arini Arimbi. (2002). “Mimikri: Dialektika dalam Tetralogi Pulau Buru Ditinjau dari Studi Wacana Poskolonial”. Jurnal Penelitian Dinamika Sosial, Vol. 03 No. 01, April 2002, hlm. 109—125.

Maemunah, Diah Arini Arimbi, dan S. Itafarida. (2002). “Perempuan dan Kebangkitan Nasionalisme Indonesia dalam Tetralogi Pulau Buru Karya Pramoedya Ananta Toer”. Jurnal Penelitian Dinamika Sosial, Vol. 03 No. 03, Desember 2002, hlm. 77--94.

Murwani, Christina Dewi Tri. (2010). “Jejak Perlawanan dalam Novel Bumi Manusia dan De Stille Kracht”. Atavisme Vol. 13 No. 2 Desember 2010, hlm. 229--242.

Noor, Rusdian dan Faruk. (2003). “Mimikri dan Resistansi Radikal Pribumi terhadap Kolonialisme Belanda dalam Roman Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer”. Jurnal Sosiohumanika (16/B), Vol. XVI No. 2 Mei 2003, hlm. 175—186.

Ratih, I Gusti Agung Ayu. (1995). "Rushdie dan Pramoedya: Bersimpangnya Narasi Tentang Bangsa". Kalam, Th. 1995, No. 6, hlm. 48—71.

Riyanto, Bedjo. (2003). “Memperkenalkan Realitas dalam Realitas Main-Main: Wong Cilik dalam Ruang Imajiner Iklan”. Dalam Budi Susanto (Editor). Identitas dan Poskolonialitas di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Soekiman, Djoko. (2011). Kebudayaan Indis: dari Zaman Kompeni sampai Revolusi. Jakarta: Komunitas Bambu.

Spivak, Gayatri Chakravorty. (1988). "Can the Subaltern Speak?" Marxism and the Interpretation of Culture. In Carry Nelson and Lawrence Grossberg (Eds.). Urbana: University of Illionis Press.

Stockdale, Jhon Joseph. (2010). Eksostisme Jawa Eksostisme Sejarah Pulau Jawa: Ragam Kehidupan dan Kebudayaan Masyarakat Jawa 1768—1806 Island of Java. Editor Anik. Yogyakarta: Progresif book.

Sugiarti, Yati. (2005). “Identitas dan Mimikri dalam roman Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis”. Tesis (S-2). Yogyakarta: Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta.

Suwondo, Tirto. (2016). Pragmatisme Pascakolonial Trilogi Gadis Tangsi dalam Sistem Komunikasi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tickell, Paul. (2008). “Cinta di Masa Kolonialisme: Ras dan Percintaan dalam Sebuah Novel Indonesia Awal. Dalam Sastra Indonesia Modern Kritik Postkolonial (Penyunting Keith Foulcher dan Tony Day). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan KITLV.

Toer, Pramoedya Ananta. (2010). Bumi Manusia. Jakarta: Lentera Dipantara.

Toer, Pramoedya Ananta. (2010). Anak Semua Bangsa. Jakarta: Lentera Dipantara.

Toer, Pramoedya Ananta. (2010). Jejak Langkah. Jakarta: Lentera Dipantara.

Toer, Pramoedya Ananta. (2010). Rumah Kaca. Jakarta: Lentera Dipantara.




DOI: http://dx.doi.org/10.26610/metasastra.2018.v11i1.91-112

Article Metrics

Abstract view : 86 times
PDF - 57 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

METASASTRA INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPic

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra (e-ISSN 2503-2127, p-ISSN 2085-7268), Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.