DINAMIKA MASKULINITAS DAN FEMININITAS DALAM NOVEL SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS KARYA EKA KURNIAWAN

Denti Permata, Aquarini Priyatna, Lina Meilinawati Rahayu

Abstract


Artikel ini mengkaji dinamika maskulinitas dan femininitas perempuan dalam novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Eka Kurniawan. Teks novel ini menampilkan tokoh perempuan bernama Iteung  mengalami kekerasan seksual oleh gurunya ketika duduk di bangku SD. Efek dari kekerasan seksual tersebut membuat dirinya tumbuh menjadi perempuan tomboy. Semenjak itu, perilakunya selalu berubah-ubah kadang feminin kadang pula maskulin. Kajian ini dilandasi dengan teori maskulinitas perempuan dan tomboyisme Halberstam (1998). Hasil analisis menunjukkan bahwa sikap tomboy Iteung merepresentasikan bentuk negosiasinya terhadap budaya patriarki yang telah melecehkannya.

Keywords


Eka Kurniawan; tomboyisme, gender, maskulinitas perempuan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26610/metasastra.2016.v9i1.13-24

Article metrics

Abstract views : 719 | views : 797

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Denti Permata, Aquarini Priyatna, Lina Meilinawati Rahayu

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

METASASTRA INDEXED BY:


 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2019 Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra (e-ISSN 2503-2127, p-ISSN 2085-7268), Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113. Powered by OJS

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.