HASRAT NANO RIANTIARNO DALAM CERMIN BENING: KAJIAN PSIKOANALISIS LACANIAN

Ricky Aptifive Manik

Abstract


Karya sastra merupakan manifestasi hasrat pengarang. Dalam sejarahnya, hasrat terbentuk dari rasa kekurangan subjek. Menulis karya sastra merupakan upaya untuk menutupi kekurangan tersebut. Upaya itu dapat dilihat dalam pandangan pengarang akan ego-ego ideal di dalam karya-karyanya. Novel Cermin Bening adalah sample untuk melihat apa dan bagaimana hasrat Nano Riantiarno. Tujuannya adalah menemukan apa yang menjadi pembayangan ego-ego ideal bagi Nano. Telisik hasrat ini akan menggunakan kajian Psikoanalisis Lacanian (PL). Melalui PL ini akan digunakan metode metafora dan metonimia dalam melihat penanda-penanda hasrat Nano dalam Cermin Bening. Kajian ini menemukan bahwa hasrat menjadi penulis dan seniman seolah membuat Nano menemukan kebebasan dari berbagai jerat dan belenggu Yang Simbolik.   ‘Kebebasan’ menjadi objek a Nano untuk mendapatkan jouissance bagi dirinya. Menjadi seniman dan penulis merupakan anchoring point Nano dalam menyudahi keambiguitasan dan ketidakmenentuan dirinya.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26610/metasastra.2016.v9i1.109-124

Article Metrics

Abstract view : 340 times
PDF - 246 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 METASASTRA: JURNAL PENELITIAN SASTRA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

METASASTRA INDEXED BY:

Image and video hosting by TinyPic

 

 _____________________________________________________________________________________________________________

@2017 Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra (e-ISSN 2503-2127, p-ISSN 2085-7268), Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113. Powered by OJS

 Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPicCreative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.